Panduan Jadi Angkatan Milenial Sukses

Panduan Jadi Angkatan Milenial Sukses dari Menteri Keuangan Sri Mulyani

Panduan Jadi Milenial Sukses  – Semua tipe handphone terkuasai agar tidak disebut gagal teknologi alias gaptek. Tetapi dibalik kekuatan itu, milenial terhitung anak muda yang susah mengelola keuangan mereka.

Golongan milenial dengan bentang umur 18-35 tahun condong mempunyai pola hidup hedonisme.

Mereka ikhlas kuras isi dompet cuman untuk nongkrong atau makan minum di cafe.

Panduan Jadi Angkatan Milenial Sukses

Membeli handphone terkini, dan baju bermerek untuk meningkatkan gengsi mereka di mata keluarga, rekan, bahkan juga seseorang.

Walau sebenarnya mah baru kerja, upah bulanan saja ngepas atau masih ada di tingkat satu digit. Tetapi stylenya setinggi langit.

Telah upah mentok, gaya hidup konsumtif, mengelola keuangan juga tidak mengusai. Ini nih yang membuat milenial dekat dengan permasalahan keuangan.

Namun, tidak seluruhnya anak milenial semacam itu. Banyak juga dari mereka yang mulai atau telah berencana keuangan untuk hari esok yang lebih bagus. Itu wajib, apa lagi untuk anak muda yang telah bekerja dan mendapatkan upah tiap bulan.

Panduan Mengendalikan Keuangan dari Menkeu Terhebat di Dunia

Pola hidup sampai masalah keuangan anak milenial mendapatkan perhatian dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sebagai bendahara negara, Sri Mulyani pengin angkatan muda saat ini mulai mengganti rutinitas mereka yang konsumtif dan mengurus keuangan secara benar.

Menteri terhebat di dunia versus World Government Summit 2018 ini menganalogikan mengelola keuangan individu sama dengan membuat Bujet Penghasilan dan Berbelanja Negara (APBN) tiap tahun. Pemerintahan harus membuat anggapan akseptasi dan berbelanja negara dalam waktu satu tahun. APBN itu perlu mendapatkan kesepakatan dari beberapa anggota dewan.

Karena itu, perlu diputuskan belanja-belanja produktif yang paling fokus, bagus untuk pusat atau wilayah. Maka janganlah sampai uang yang dihimpun dari pajak warga dan sumber penghasilan lain habis untuk berbelanja konsumtif. Nah untuk beberapa angkatan muda yang sulit mengatur uang dan ingin sukses, ini tips dan panduan jadi milenial sukses dari Menkeu Sri Mulyani:

Tetapkan Mana Keperluan yang Penting atau Tidak

Untuk kamu milenial, harus sanggup tentukan mana fokus, yang mana tidak atau cuman kemauan saja. Pertama kalinya yang perlu dilaksanakan ialah membandingkan hal itu. Jika sudah tahu, akan gampang mengelola keuangan di antara penghasilan dan pengeluaran.

Misalkan utamakan upah untuk bayar uang kuliah, beli buku bila ambil pengajaran semakin tinggi, memberikan porsi bulanan untuk orang-tua, atau suatu hal penting yang lain. Jika sekedar hanya kemauan saja, umumnya lebih memiliki sifat konsumtif, misalnya pengin membeli sepatu baru, walau sebenarnya masihlah ada beberapa sepatu yang pantas digunakan.

Turunkan Jajan Kopi

Ini nih rutinitas anak muda jaman now, rajin membeli kopi. Jajan kopinya merk yang populer dengan harga Rp25 ribu sampai Rp50 ribu per cup ukuran kecil. Mereka itu baru memulai kerja, upahnya berapakah sich?” kritik Sri Mulyani, baru saja ini.

Bekas Direktur Eksekutor Bank Dunia itu merekomendasikan supaya milenial kurangi jajan kopi. Pelan-pelan, dari yang semula tiap hari ngopi di cafe, jadi 2 hari sekali. Agar lebih irit, membuat kopi sendiri di dalam rumah, jadi tidak harus membeli kan.

Be Your Self, Tidak boleh Tertarik Hidup Hedon

Be your self, janganlah sampai fokus kamu didikte seseorang. Demikian pesan Sri Mulyani. Bila fokus kamu misalkan pengin membaca buku di perpustakaan, tidak boleh tertarik jika dibawa rekan menonton film, kongkow, atau minum kopi di cafe

Tidak boleh Banyak Style

Apa lagi sampai ikutan hanya ingin disebut bagus. Misalnya saksikan rekan gunakan sepatu baru, jadi turut membeli. Rekan pergi menonton film terkini, tidak ingin kalah, menonton agar dapat narasi film itu ke rekan lain. Walau sebenarnya kamu dapat menyiasatinya dengan saksikan trailer di Youtube dan menyaksikan rujukan atau pembahasan film itu di internet.

Pinggirkan Uang untuk Investasi

Mumpung masih terbilang muda, tidak boleh habiskan uangmu cuman untuk foya-foya. Investasi penting, apa lagi di depan kamu akan menikah dan mempunyai anak. Bila masih bimbang membagi uang untuk keperluan setiap hari, gunakan rumus umum 50/30/20.

Sejumlah 50 % penghasilan yang didapat didistribusikan untuk bayar sewa rumah, ongkos transportasi. Sejumlah 30 % untuk keperluan makan minum, terhitung hang out. Sedang bekasnya 20 % untuk tabungan, investasi atau angsuran credit.

Anjuran Sri Mulyani pinggirkan upah kamu untuk investasi di dana pensiun, hingga hari esok kamu pada hari tua akan terjaga. Kamu dapat membuka tabungan dana pensiun di instansi pengurus dana pensiun atau ikut program Agunan Hari Tua (JHT) di Tubuh Pelaksana (BPJS) Ketenagakerjaan. Pasalnya tidak seluruhnya perusahaan mengikutkan pegawainya pada program JHT.

  • Contoh replikasi atau penghitungan dana pensiun simpel dari BNI Simponi, service program pensiun yang diadakan Dana Pensiun Instansi Keuangan (DPLK) Bank BNI. Replikasi ini memakai anggapan tingkat bunga sejumlah 10%, http://www.bni.co.id/id-id/individual/replikasi/bnisimponi.
  • Menggunakan rumus untuk investasi 20% dari upah Rp5 juta /bulan = Rp1 juta. Tetapi sebab ada keperluan lain, karena itu uang Rp1 juta dibagi untuk tabungan konservatif atau bayar angsuran credit dan investasi dana pensiun, setiap Rp500.000.
  • Usia sekarang ini = 30 tahun
  • Rencana umur pensiun = 50 tahun
  • Masa kepesertaan = 20 tahun
  • Simpanan awalnya = Rp500.000
  • Iuran bulanan = Rp500.000
  • Total penumpukan dana di saat pensiun Rp348.327.129.

Dari dana pensiun yang terkumpul pada umur 50 tahun, kamu dapat buka usaha supaya masih produktif. Bukan bermakna walau telah pensiun tidak dapat hasilkan uang. Usaha itu bisa juga ditolong si anak. Dengan rencana yang masak, karena itu hari tua kamu akan terjaga tanpa bayangan kemiskinan atau nelangsa.

Turunkan Baca atau Click Account Isu

Kecuali memberikan saran mengenai langkah mengurus keuangan, Menkeu terhebat se-Asia Pasifik versus majalah keuangan FinanceAsia 2018 ini juga mengingati beberapa milenial yang pengin sukses untuk manfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan belajar, bereksperimen, dan inovatif seperti watak milenial. Turunkan membaca informasi isu.

Waktu 24 jam amat sedikit jika untuk suatu hal yang berguna, tetapi berasa lama jika untuk cari beberapa barang tidak terang. Kamu yang menyopir diri kita, jangan dibiarkan orang yang lain menyopir dirimu,” pinta Sri Mulyani.

Periode Depan Kamu yang Tentukan

Mengelola keuangan penting untuk milenial. Tidak untuk siapa saja, tetapi untuk dirimu sendiri sebab hari esok kamu, kamu sendiri yang tentukan, bukan seseorang. Buang jauh hidup boros yang malah akan bawa kamu pada kehidupan miskin. Gunakan kartu credit untuk beberapa hal produktif atau keperluan dana menekan yang disamakan dengan kekuatan kamu.

Dengan lakukan hal itu, keadaan keuangan kamu akan jauh lebih bagus. Semua rencana keuangan yang sudah diatur, akan diwujudkan, perlahan tetapi tentu. Tunjukkan kamu ialah angkatan milenial yang melek keuangan dan perduli hari esok.