Cerita Inspiratif Desainer Indonesia

Cerita Inspiratif Desainer Indonesia

Sekarang, Amerika Serikat sedang mengadakan Contemporary Muslim Fashions yang disebut sebuah pameran model muslim pertama selain itu ada Cerita Inspiratif Desainer Indonesia.

Gelaran yang tampilkan baju muslim penjuru dunia seperti Turki, Mesir, Jepang, Malaysia dan lain-lain ini berjalan di San Fransisco, Amerika Serikat semenjak 22 September 2018 sampai 7 Januari 2019.

Punya Cerita Inspiratif Ini Adalah 6 Desainer Indonesia Yang Pameran di Amerika Serikat

Pameran baju muslim diadakan di salah satunya museum terkenal Amerika Serikat, De Young Museum, Fine Arts Museum of San Fransisco. Tidak cuman stop disana saja, pameran itu akan bersambung sampai Juli tahun kedepan di Museum Frankfurt Angewandte Kunst.

Baca Juga: Pasangan Wisuda Beri Hadiah Romantis

Pada pameran Contemporary Muslim Fashions ini mendatangkan beberapa pendesain dunia yang dipilih dari 52 negara dan enam salah satunya ialah Desainer Indonesia yang memiliki Cerita Inspiratif. Lantas, siapa saja pendesain Indonesia yang dipilih?

Pendesain Indonesia Opsi Contemporary Muslim Fashions, Amerika Serikat

Ini jadi bukti dan sebuah prestasi jika mode di Indonesia makin mencolok di mata dunia. Panjangnya proses pemilihan beberapa pendesain semua negara di dunia, pada akhirnya berbuah hasil yang paling membesarkan hati untuk Indonesia.

Berikut riwayat singkat 6 Cerita Inspiratif Desainer Indonesia yang dipilih ekspos kreasi di Contemporary Muslim Fashions, Amerika Serikat yang sudah diringkas dari bermacam sumber.

Anda Bingung Mencari Produk Credit Tanpa Jaminan Terhebat? Perhatikan punyai jalan keluarnya!

1. Itang Yunasz

Karier desainernya diawali semenjak dianya lulus dari sebuah lomba perancang Model Femina yang diadakan di tahun 1981. Lima tahun selanjutnya, pria namanya asli Yusirwan Yunasz dan kerap dipanggil Itang coba memusatkan sebagai perancang baju berlabelkan namanya sendiri yang bernaung di PT. Yunasz Astabrata punya individu.

Menjadi pendesain populer tidak stop disana saja, Itang sempat juga meluangkan dianya turut sekolah model sampai ke Italia. Hasil kreasinya yang berkilau membuat dianya memperoleh sebuah penghargaan dari Presiden Fidel Ramos.

Awalnya terjun jadi perancang baju muslim sempat memunculkan kebimbangan dalam dianya, karena pada waktu itu baju muslim tidak jadi mode yang trend, bahkan juga benar-benar kurang pecintanya. Tetapi, dianya masih menjaringnkannya sampai pada akhirnya baju muslim jadi mode yang banyak dicari masyakarat.

Kepercayaan dan kegigihannya itu berbuah hasil, sampai saat ini Itang telah mempunyai lima cap baju yang diurusnya, salah satunya Itang Yunasz sebagai baris khusus, Tatum yang diutamakan untuk baju kerja, Marrakech untuk baju muslim yang dicintai anak muda, Preview baju muslim pria dan Kamilaa baju muslim khusus wanita.

Sepanjang 13 tahun jadi pendesain baju muslim terkenal, Itang selalu membuat baju yang kendur dan kudung yang telihat simpel. Antiknya, Itang selalu keluarkan koleksi baju muslimnya yang kaya pola dan tenun Nusantara. Menurut dia, keberagaman yang dipunyai Indonesia baik sekali digunakan beberapa pendesain untuk selalu berkreasi dengan tuangkan banyak kreasi pada bajunya.

2. Khanaan

Bukan kasus yang paling gampang dalam mempelajari profesi berkilau untuk salah satunya pendesain populer Khanaan. Sebagai pendesain muda yang barusan terjun pada 2009, tentu saja beberapa hal susah yang Khanaan lewati.

Hal paling berat yang perlu didalaminya ialah saat dianya belum mengenali tentu hasrat customer. Walaupun demikian, Khanaan tidak mundur demikian saja, dianya langsung membulatkan tekad untuk memperkenalkan perancangannya langsung ke tiap pameran yang berjalan.

Awalannya Khanaan bukan seorang desianer yang membuat baju muslim, tetapi baju biasa dan terbuka seperti biasanya. Tetapi, sejak dianya memilih untuk berjilbab di tahun 2013, karena itu dirinya dan konsumen setia yang lain tuntut untuk membuat baju yang lebih tertutup.

Berjalannya waktu, perancangan yang dibuat dari kemahiran tangan Khanaan ini dikenali dengan modest wear. Tidak cuma hanya itu, sebagai makin dikenali sebab keunikannya, Khanaan selalu memberi sentuhan batik yang sedikit dibuat oleh merek lain dalam tiap baju.

Hal itu menjadi keunikan kreasinya dan ini sangat sesuai misi yang dipunyainya, yakni Khanaan pengin batik lebih diterima warga Indonesia dan warga internasional.

3. Rani Hatta

Memang dari kecil, Rani Hatta telah bercita-cita jadi pendesain. Tidak cuman bercita-cita saja, tetapi wanita elok yang umum diundang Rani ini telah pintar membuat design pakaian semenjak SD. Ketertarikannya yang paling kuat di dunia mode, pada akhirnya Rani lulus dari sekolah mode punya Susan Budihardjo.

Selanjutnya memulai profesinya jadi pendesain harus bersusah-susah payah sendiri. Maknanya mulai dari berbelanja bahan, membuat skema gambar, potong bahan, menjahit, sampai penjualannya secara online dilaksanakan seorang diri.

Waktu itu, Rani menghasilkan rok panjang, celana, blus dan jaket dengan design yang simpel yang dibanderol pada harga yang paling dapat dijangkau. Berjalannya waktu, Rani makin dikenali dengan kreasinya yang mempunyai keunikan casual dengan garis design kekinian dan minimalis. Usaha kerasnya itu berbuah hasil, sekarang Rani telah mempunyai dua butik yang menyebar di Jakarta dan mempunyai 30 karyawan.

Suksesnya itu ditambahkan saat dianya sukses tampilkan hasil kreasinya untuk pertama kalinya di JFW dan pengin memperlebar sayapnya kembali di pasar internasional yang pasti membuat senang negara Indonesia.

4. NurZahra

NurZahra sebuah merek cap punya Windri Widiesta Dhari. Walaupun dianya alumnus Sekolah tinggi Perhotelan, tetapi dianya masih berani memburu dan coba meraih mimpinya menjalankan bisnis di bagian model.

Ini bisa dibuktikan, kecuali telah mempunyai situs sah www.nurzahra.com, hasil kreasinya telah menyebar di sejumlah departemen store di Jakarta, bahkan juga online shop dari Jepang telah mempunyai koleksi dari merek NurZahra itu.

Menurut dia, tidak boleh takut pada kompetisi yang ketat di industry baju muslin, seandainya tiap pelaku bisnis itu mempunyai watak dan jiwa design yang kuat, hingga lagi bereksperimen dan membuat trend terbaru. Dengan demikian, hasil kreasi akan disayangi secara perlahan-lahan.

Nah, NurZahra benar-benar populer dengan busa muslimnya yang warna ceria, berani dengan warna, modenya nampak lebih casual dan berpotongan asimetris yang kekinian tetapi masih nampak santun. Keunikan berikut yang jadikan NurZahra disukai banyak customer.

5. IKYK

Merek IKYK atau ‘I Know You Know’ ialah merek lokal punya Anandia Putri yang berdiri semenjak 2011. Awalannya, saat Anandia mimpi untuk menjalankan bisnis di bagian yang dicintainya, yakni mode, cukup banyak orang yang menjelaskan mimpinya itu begitu tinggi. Tetapi, patahannya itu tidak membuat Anandia putus asa, malah makin terpicu untuk merealisasikannya.

Usaha kerasnya membuat merek IKYK dan menghasilkan modest wear sukses tampilkan hasil kreasinya. Di gelaran Mode Code 2016 Korea Selatan dan jadi salah satunya merek pertama yang tembus ke pasar Korea Selatan.

Koleksi pertama kalinya yang populer ialah sebuah jaket yang di inspirasi dari beberapa rekannya yang selalu kenakan jaket saat mengemudi beroda 2, kemudia dilepasnya kembali saat telah tiba di tujuan.

Dari situlah, Anandia mempertajam kreasinya untuk bikin jaket yang modis dan tak perlu kewalahan pasang terlepas kembali. Hasilnya, produk jaket yang belabel IKYK yang iconic itu dicari beberapa orang sebab modenya yang paling pas jika dipadankan dengan baju apa saja.

6. Dian Pelangi

Siapakah yang tidak mengenali dengan pendesain populer yang ini. Dian Pelangi adalah wanita berpotensi di dunia mode yang alumnus SMK, selanjutnya meneruskan pengajarannya di Ecole Superiure des art et techniques de la model (ESMOD) dan lulus pada 2008 dengan nilai yang sangatlah baik.

Berjalannya waktu, Dian lagi raih prestasi di tiap peluangnya. Dimulai dari turut mode show pertamanya kali di Australia, turut Jakarta Mode Week pada 2009. Hasil perancangannya dilirik Kementrian Pariwisata yang ditampilkan pada acara Indonesia is Remarkable di London.

Selanjutnya, wanita kelahiran 1991 ini telah mengeluarkan sebuah buku Jilbab Street Model. Didalamnya berbentuk kelompok street model beberapa muslimah yang pernah dijumpainya di negara yang pernah didatangi.

Di tahun 2011, Dian semapt diundang ke acara The International Fair of Muslim World di Paris. Sedangkan pada tahun 2014 hasil kreasinya ditampilkan dalam pagelaran mode di New York Mode Week di Amerika Serikat.

Mungkin, ada banyak prestasi yang lain tidak nampak, tetapi tidak membuat dianya senang demikian saja. Dian lagi mempertajam talentanya dalam membuat sebuah baju muslim yang sering jadi daya magnet dunia mode.

Konsentrasi Capai Mimpi

Tiap orang tentunya mempunyai mimpi besar untuk periode depannya. Apa saja mimpi itu, karena itu teruslah untuk konsentrasi dalam proses perolehannya. Walau di masa datang ada halangan yang mengadang, tidak boleh membuat putus asa tetapi harus lebih terpicu kembali untuk meraih mimpi itu.